Bacaan Untuk Menjawab Adzan

Senin, Juni 25th 2018. | Adzan
advertisements

Menjawab lantunan  adzan hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama bahkan bila kita tidak menjawabnya kita termasuk orang teledor. Keutamaan menjawab adzan sangat besar sekali bahkan dijanjikan syurga. Oleh sebab itu, kita sebagai seorang muslim tidak melewatkan amalan tersebut, sebisa mungkin kita menyempatkan untuk berhenti sejenak dari aktivitas bila adzan sedang berkumandang untuk menjawab adzan kemudian bergegas untuk melaksanakan shalat di awal waktu.

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim ).

advertisements

 

Oleh karena hukum menjawab adzan adalah sunnah bahkan ada yang mewajibkan maka senantiasa kita menyempatkan untuk menjawab lantunan adzan yang sedang berkumandang dan ber adab ketika mendengar adzan dengan cara diam untuk mendengarkannya dan menjawabnya.

Adapun Bacaan Untuk Menjawab Adzan seperti dijelaskan dalam hadits menjawab adzan di bawah ini :

عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
“‏ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَإِذَا قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ‏.‏ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ‏.‏ فَإِذَا قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏”‏ ‏

“Dari ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash shalaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga.” ( H.R Abu Daud dan H.R. Muslim  )

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa bacaan untuk menjawab adzan adalah sama dengan lantunan adzan muadzin kecuali dalam lafadz “Hayya ‘Alash Shalaah” dan “Hayya ‘Alal Falaah” maka dijawab dengan lafadz atau bacaan :

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Laa haula walaa quwwata illaa billaah

“Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”

Demikanlah dari kami tuntunanshalat.com tentang Bacaan Untuk Menjawab Adzan dengan cara menjawab adzan sesuai sunnah, semoga bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya.

 

 

advertisements

tags: , , ,