Keutamaan Adzan dan Muadzin Beserta Hadits-haditsnya

Sabtu, Juni 23rd 2018. | Adzan
advertisements

Keutamaan Adzan dan Muadzin – Adzan merupakan seruan bagi umat muslim untuk melaksanakan shalat yang selalu di kumandangkan dalam 5 waktu yaitu subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan ‘isya dan dilakukan di mesjid sebagai pertanda masuk waktu shalat. Lafal adzan sendiri berasal dari bahasa Arab yang berisi kalimat kalimat tauhid, ajakan untuk sholat dan menuju kemenangan yang begitu indah apalagi saat di lantunkan oleh seorang muadzin yang bersuara merdu yang membuat hati menjadi bergetar.  Karena seorang muadzin, kita menjadi tahu akan waktu sholat telah tiba untuk kemudian membuat kita menghentikan segala aktivitas dan melaksanakan sholat yang baik yaitu di awal waktu.  Tidak heran jika seorang muadzin ini memiliki keutamaan yang luar biasa.

Diantara keutamaan muadzin adalah sebagai berikut:

1. Pahala Muadzin begitu besar.

advertisements

Rasulullah SAW pernah bersabda :

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Lau ya’lamunnaasu maa finnidaai washshoffil awwali, tsumma lam yajiduu illaa an yastahimuu ‘alaihi lastahamuu

“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Muadzin dijanjikan ampunan oleh Allah SWT.

Salah satu janji Allah bagi seorang muadzin adalah ia akan dimintakan ampun oleh seluruh benda yang ada di bumi.

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ

Almu-adzdzinu yughfaru lahu bimaddi shoutihi wayasyhadu lahu kullu rothbin wayaabisin

Artinya, “Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya memohonkan ampunan untuknya,” (HR Ahmad).

3. Seluruh benda yang mendengar adzan siap menjadi saksi bagi seorang muadzin di Hari Kiamat nanti.

Hal ini diungkapkan Abu Ya’lam dalam sebuah hadits bahwa seluruh jin, manusia, batu, bahkan pohon akan menjadi saksi bagi muadzin di Hari Kiamat.

لا يَسْمَعُ صَوْتَهُ جِنٌّ وَلا إِنْسٌ وَلا حَجَرٌ وَلا شَجَرٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

Laa yasma’u shoutahu syajarun walaa madarun walaa hajarun walaa jinnun walaa insun illaa syahida lahu

Artinya, “Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya,” (HR. Abu Ya’la).

Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah juga dijelaskan hadits yang sama.

لَا يَسْمَعُ صَوْتَهُ شَجَرٌ وَلَا مَدَرٌ وَلَا حَجَرٌ وَلا جِنٌّ وَلا إِنْسٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

Laa yasma’u shoutahu syajarun walaa madarun walaa hajarun walaa jinnun walaa insun illaa syahida lahu

Artinya, “Tidaklah suara adzan didengar oleh pohon, lumpur, baru, jin dan manusia, kecuali mereka akan bersaksi untuknya,” (HR Ibnu Khuzaimah).

4. Rasulullah mendo’akan seluruh Muadzin.

Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban, Rasul secara khusus meminta ampunan untuk muadzin.

فَأَرْشَدَ اللَّهُ الْأَئِمَّةَ وَ غَفَرَ لِلْمُؤَذِّيْنَ

Fa-arsyadalloohul-a-immata waghofaro lilmu-adzdziina

Artinya, “Semoga Allah meluruskan para imam dan mengampuni para muadzin” (HR. Ibnu Hibban).

5. Muadzin mendapat pahala seperti orang yang shalat bersamanya

Jika seorang muadzin mengumandangkan adzan di masjid atau mushola, kemudian orang-orang datang menunaikan shalat jamaah karena mendengar adzannya, maka muadzin mendapatkan keutamaan seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya tersebut.

وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ

Walahu mitslu ajri man sholla ma’ahu

Artinya, “Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang shalat bersamanya,” (HR An Nasa’i).

6. Muadzin menjadi orang yang dipercaya Allah

الإِمَامُ ضَامِنٌ وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ اللَّهُمَّ أَرْشِدِ الأَئِمَّةَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ

Al-imaamu dhoominun walmuadzdzinu mu-tamanun Alloohumma arsyidil-a-immata waghfirlilmuadzdziniina

Artinya, “Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah muadzin,” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

7. Dibanggakan Allah di depan para malaikat.

يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

Ya’jabu robbukummin raa’ii ghanamin fii ro si syadhziyyatin bijabalin yuadzdzinu bishsholaati wa yushollii fayaquululloohu ‘azza wajallandhzuruu ilaa ‘abdii hadzaa yuadzdzinu wayuqiimushsholaata yakhoofu minnii faqod ghafartu li’abdii wa adkholtuhuljannata

Artinya, “Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR Abu Dawud dan An Nasa’i).

8. Muadzin  dipanjangkan lehernya oleh Allah SWT.

الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Almuadzdzinuuna athwalunnaasi ‘anaaqon yaumal qiyaamati

Artinya, “Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada Hari Kiamat,” (HR. Muslim).

Beberapa ulama memaknai leher panjang ini sebagai sebuah majaz. Ibnu Arabi yang mengatakan bahwa mereka adalah orang yang paling banyak amalnya. Sedangkan Imam Qadhi Iyadh berpendapat bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah orang yang senantiasa mengumandangkan adzan akan cepat dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga-Nya.

9. Muadzin dijanjikan Allah SWT akan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Hal ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai dalam sebuah hadits dari jalur Abu Hurairah:

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ بِلَالٌ يُنَادِي فَلَمَّا سَكَتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Kunnaa ma’a rasuulillaahi shollalloohu ‘alaihi wasallama faqooma bilaalun yunaadii falammaa sakata qoola rasuululloohi shollalloohu ‘alaihi wasallama man qoola mitsla hadzaa yaqiinan dakholal jannata

Artinya, “Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga’” (HR An Nasa’i).

10. Adzan membuat syetan takut dan lari terkentut-kentut

إِذَا نُودِىَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

Idzaa nuudiya lishsholaati adbarosysyaithoonu wa lahu dhurootun hattaa laa yasma’atta dziina

“Apabila adzan untuk shalat dikumandangkan, setan melarikan diri terkentut-kentut sampai tidak mendengar adzan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sekian dari kami tuntunanshalat.com tentang keutamaan-keutamaan adzan dan muadzin, semoga menjadikan kita bersemangat untuk melantunkan adzan karena keutamaan-keutamaannya dan semoga kita selalu berada dalam lindungan dan hidayah Allah SWT.

 

 

 

advertisements

tags: , , , ,