Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut Pandangan Islam

Monday, February 8th 2016. | Hukum Islam
advertisements

Hukum Merayakan Hari Valentine – Masih diwaktu yang sama, kami masih membahas ulasan artikel seputar dunia Islami. Jika diwaktu sebelunya kami telah membahas mengenai Hikmah Puasa Senin Kamis, sekarang ini yang akan kami bahas yaitu mengenai Hukum Meranyakan Hari Valentine Dalam Islam. Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jelasnya, mari perhatikan pembahasan lengkapnya dibawah ini.

Hari valentine

Menurut artikel yang di wikipedia, Hari valentine merupakan hari dimana para kekasih yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya yang dilakukan di dunia barat. Bisa dikatakan Hari valentine atau hari kasih sayang ini sebuah tradisi yang sudah dirutin dilakukan oleh masyarakat dunia barat khususnya eropa dan sekitarnya yang biasanya dirayakan pada tanggal 14 februari.

advertisements

Namun seiring berjalannya waktu, tradisi merayakan hari valentine hampir sudah menyebar dipelosok penjuru dunia salah satunya dinegara kita Indonesia. Meski bukan tradisi orang Indonesia, akan tetapi hari valentine saat ini saat ini banyak di rayakan oleh orang Indonesia khususnya para remaja yang sedang kasmaran. Bila hari valentine tiba tidak sedikit para remaja yang sibuk menyiapkan sebuah kado yang akan diberikan untuk kekasihnya. Biasanya kado yang sangat umum diberikan untuk kekasih yaitu cokelat yang berbentuk hati. Terus bagaimana pandangan Islam khususnya para Ulama mengenai Hukum Merayakan Valentine dalam Islam,penjelasan lengkapnya ada dibawah ini.

Asal Usul Hari Valentine

Sebelum kami membahas lebih dalam mengenai Hukum Merayakan Valentine, kami ingin membahas sedikit mengenai sejarah atau asal usul valentine. Sebenarnya Valentine merupakan sebuah upacara pensucian dimasa romawi kuno (13-18 februari). Dimana pada dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta yakni juno februata. Pada perayaan hari pertama ini, para pemuda mengundi nama nama gadis di dalam kotak. Dan setiap pemuda yang mengambil nama secara acak dan mendapatkan gadis yang namanya di dapat, maka gadis tersebut akan menjadi pasangannya selama setahun yang dijadikan sebagai obyek hiburan. Dan pada tanggal 155 februari, para warga roma meminta perlindungan dewa yang bernama Lupercalia supaya terhindar dari gangguan srigala. Dan pada saat itu agama yang di anut oleh bangsa roma yaitu kristen katolik, dimana penguasa roma mengadopsi acara tersebut dengan nunansa kristiani.

Hukum Merayakan Hari Valentine Dalam Islam

Melihat sejarah atau asal usul Hari Valentine di atas, para ulama menyatakan Hukum Meranyakan Hari Valentine adalah Haram. Sebab berdasarkan dalil yang terdapat Kitab Al Qur’an dan As Sunah, bahwa para ulama sepakat bahwa Hari Raya Islam hanya dua yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Selain dua hari raya tersebut, jika ada berkaitan dengan hari raya dalam sebuah keolompok atau peristiwa maka termasuk bidah dan tidak boleh dilakukan oleh umat Islam. Jadi untuk umat Islam, apabila mengikuti tradisi valentine berarti orang tersebut termasuk orang nasrani. Seperti yang diterangkan pada Hadist Nabi yang diterangkan oleh HR Abu Daud

Melihat Hadist Nabi diatas sudah sangatlah jelas bahwa apabila siapa saja yang menyerupai suatu kaum atau kelompok berarti ia termasuk golongan atau kelompok mereka. Maka dari itu sebaiknya, bagi umat Islam tidak usah ikut ikutan merayakan hari valentine. Selain penjelasan hadist atau dalil yang ada diatas, ada beberapa alasan Hukum Meranyakan Hari Valentine yaitu Haram.

Alasan  Merayakan Hari Valentine Haram

Alasan Vantine Tidak Boleh

Mungkin hanya itu saja pembahasan mengenai Hukum Meranyakan Hari Valentine yang bisa kami jelaskan kepada anda, dengan adanya pembahasan artikel ini kami berharap anda bisa semakin pandai dalam menyikapi sebuah tradisi luar yang masuk kedalam keseharian kita. Baca juga ulasan artikel Hukum Memakai Gigi Palsu yang sudah kami bahas pada kesempatan sebelumnya.

advertisements

tags: ,