Penjelasan Hukum Jual Beli Saham Dalam Islam

Rabu, Februari 10th 2016. | Hukum Islam
advertisements

Hukum Jual Beli Saham – Kami rasa anda semua sudah tidak asing lagi mendengar kata SAHAM, sebab yang namanya saham tidak pernah lepas dengan yang namanya bidang ekonomi. Mungkin meskipun anda tidak secara langsung terjun dipekerjaan bidang ekomi, sering kali anda mendengar berita televisi yang hampir memberitakan masalah saham setiap harinya. Bahkan ada salah satu berita televisi swasta yang khusus memberitakan masalah saham ini.

Meskipun kita sudah tidak asing lagi mendengar yang namanya saham, tidak sedikit juga orang yang masih belum mengerti penjelasan saham itu apa. Mereka hanya tahu bahwa saham hanya sebuah aset atau surat berharga yang bisa digunakan transaksi ekonomi saja, sebenarnya definisi atau pengertian saham cukup luas. Oleh karena itu sebelum kami membahas lebih dalam mengenai Hukum Jual Beli Saham menurut agama Islam, kami ingin sedikit menyinggung definisi saham itu sendiri.

Hukum Jual Beli Saham

advertisements

Pengertian saham menurut kepres RI no 600 tahun 1988 tentang pasar modal adalah sebuah surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada sebuah perseroan terbatas sesuai yang telah di atur Kitab Undang Hukum Dagang (KUHD). Sementara untuk obligasi sendiri merupakan bukti pengakuan hutang dari perusahaan kepada pihak pemegang obligasi yang bersangkutan. Dan untuk definisi pasar modal sendiri sebuah tempat dimana modal diperdagangkan antara invsetor(pihak yang memiliki kelebihan modal) dengan orang yang membutuhkan modal atau sering disebut dengan emiten. Sementara untuk pelaku pasar modal sendiri ada enam pihak, diantaranya :

  1. Emiten adalah sebuah badan usaha atau perseroan terbatas yang menerbitkan saham yang bertujuan untuk menambah modal atau juga bisa menerbitkan sebuah obligasi yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah hutang dari investor di bursa efek.
  2. Perantara emisi: pada pelaku yang ini terdapat tiga perantara yang terlibat yaitu penjamin emisi, akuntan publik dan perusahaan penilai
  3. BPPM (Badan Pelaksana Pasar Modal) : badan ini memiliki tugas untuk mengatur jalannya pasar modal serta memberi sangsi dengan mencoret pihak yang melanggar pasar modal.
  4. Bursa Efek: Sebuah tempat dimana kegiatan perdaganga efek pasar modal yang di buat oleh suatu badan usaha
  5. Perantara Perdagangan Efek: Komisioner dan makelar yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara lembaga dengan efek dalam bursa yang akan ditransaksikan.
  6. Investor: Pihak yang memiliki modal yang lebih yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek dibursa efek.

Itulah sedikit pembahasan mengenai pengertian saham, obligasi dan pasar modal yang bisa anda ketahui, kemudian yang akan menjadi inti pembahasan artikel ini yakni mengenai Hukum Jual Beli Saham dalam agama Islam. Untuk pembahasan dan penjelasan lebih detailnya anda bisa melihatnya dibawah ini.

Penjelasan Hukum Jual Beli Saham Dalam Islam

Semua ulama fiqih kontomporer memiliki pendapat bahwa Hukum Jual Beli Saham atau memperdagangkan saham yaitu Haram apabila perusahaan yang memperdagangkan saham bergerak dibidang yang haram. Sebab secara tidak langsung dengan memperjual belikan saham dari sebuah perusahaan yang haram maka bergerak dibidang yang haram dan ikut membantu sebuah kemaksiatan.

Akan tetapi ada juga ulama atau ahli agama yang mengharamkan jual beli saham secara mutlak atau permanen, meskipun perusahaan yang bergerak dibidang haram maupun yang tidak haram. Adapun penjelasan mengenai keharaman jual beli saham yang dijelaskan oleh Taqiyyudin An-Nabhani di dalam An-Nizam Al-Iqtishadi menerangkan bahwa beliau menegaskan PT atau perusahaan terbaas merupakan bentuk syirkah yang batil, hal ini disebabkan bertentangan dengan hukum Syirkah dalam Syariat. Selain mempermasalahkan tentang hukum syirkah, beliau juga mempersoalkan tentang ijab qabulnya, sebab transaksi dilakukan secara sepihak dari investor dari perundingan atau sebuah negoisasi terlebih dahulu.

Melihat penjelasan diatas, bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa Hukum Jual Beli Saham ada dua pendapat. Dimana pendapat satu mengatakan Hukumnya haram apabila perusahaan tersebut bergerak pada bidang yang haram, namun jika bergerak dibidang yang halal maka dibolehkan atau dihalalkan. Dan untuk pendapat yang kedua, bahwa Hukumnya haram secara mutlak yang disebabkan ijab qabul dalam transaksinya.
Wallahu A’lam.

Mungkin hanya itu pembahasan yang bisa kami berikan kepada anda mengenai Penjelasan Hukum Jual Beli Saham, baca juga pembahasan mengenai Hukum Meranyakan Hari Valentine yang sudah kami bahas pada kesempatan sebelumnya.

advertisements

tags: , , ,